Oleh: Muthia Esfand






A sign, or representamen, is something which stands to somebody for something in some respect or capacity. (Charles Sanders Peirce)

Anda salah satu penikmat novel epik berseri asal Inggris ini? Jika ya, seri terakhirnya (ke-7) pasti sudah tuntas And baca dan nikmati. Jika bukan, hiruk-pikuk launching seri Harry Potter yang terakhir ini pasti selintas lalu juga sudah menghampiri Anda. Edisi asli yang berbahasa Inggris sudah direlease pertengahan tahun 2007 lalu, sedangkan edisi bahasa Indonesianya baru diterbitkan Januari lalu.

Buku ke-7 ini adalah buku serial yang terakhir dari kisah perjuangan seorang anak laki-laki bernama Harry Potter, dalam memusnahkan seorang penjahat super, Lord Voldemort, yang mengancam kedamaian hidup dunia penyihir dan manusia. Tulisan ini tidak akan mengulas buku ke-7 ini secara struktural, atau pun meresensi kelebihan dan kelemahan buku. Akan tetapi, akan sedikit mengupas simbol-simbol religi yang banyak bertebaran di dalamnya.

Bagi Anda yang belum pernah membaca buku ini, akan saya gambarkan sekilas garis besar tokoh dan perseteruan yang ada di dalamnya. Tokoh utama buku ini adalah Harry Potter, sebagai representasi dunia sihir putih. Tokoh antagonis adalah Lord Voldemort, sang pemimpin kelompok penyihir hitam yang disebut “pelahap maut”. Dalam dunia penyihir tersebut, ada tiga kasta atau golongan berdasarkan darah yang mengalir di tubuh mereka. Golongan pertama dan tertinggi adalah “darah murni”, atau mungkin dalam istilah masyarakat kita “darah biru”. Golongan kedua adalah para penyihir yang lahir dari permcampuran pernikahan antara darah murni dengan “muggle” (manusia biasa). Sedang golongan ketiga dan paling terendah disebut “darah lumpur” yang merepresentasikan manusia biasa yang tidak punya kemampuan magis.

Tugas utama yang dibebankan kepada Harry Potter dalam buku terakhirnya ini adalah untuk membunuh Lord Voldemort, sang penguasa dunia sihir hitam. Agar bisa hidup abadi, Voldemort mencabik jiwanya menjadi enam bagian yang disebut horcrux. Setiap bagiannya disimpan di dalam sebuah benda atau mahluk, kemudian diletakkan di tempat-tempat yang sulit dijangkau pihak lain. Voldemort hanya bisa dibunuh jika cabikan-cabikan jiwanya yang lain dimusnahkan terlebih dahulu. Enam horcrux tersebut hanya bisa dimusnahkan dengan benda-benda khusus, yaitu pedang sakti (gryfindor), taring basilisk, dan api kutukan.

Dalam upaya memusnahkan enam horcrux itu, muncul pula kisah petualangan yang lain yang dilakukan oleh Harry Potter bersama dua sahabat kentalnya (Ron dan Hermione) dalam mencari dan mengumpulkan tiga buah benda relikui kematian (the deathly hallows). Tiga benda tersebut pada awalnya dimiliki oleh tiga orang saudara. Setiap orang memiliki sebuah benda yang berkekuatan dahsyat, yang mampu menakukkan dunia bahkan kematian.

Lantas, simbologi apa yang dominan dipakai dalam buku ini? Percayakan Anda jika saya menyimpulkan bahwa berbagai penanda yahudi dan nasrani saling mengontra dalam buku ke-7 ini? Mari kita cermati satu-persatu. Bagi Anda yang terbiasa memakai teori sosial dan budaya (teori konspirasi, simbologi, semiotika, semantik, ikonisitas) dalam mengupas sebuah fenomena, sebaiknya Anda mulai mengeluarkan pisau-pisau analisis tersebut untuk mencermati rangkaian tulisan selanjutnya.

•Tiga Relikui Kematian
Dalam buku ke-7 digambarkan bahwa relikui kematian dilambangkan dengan gambar mata dalam sebuah segitiga. Tiga relikui ini diceritakan menjadi benda-benda sakti yang paling dicari oleh para penyihir sepanjang masa. Para penyihir bahkan ada yang menggunakan lambang ini pada jubah yang mereka kenakan, dengan harapan agar orang lain yang melihatnya dapat membantu mereka dalam pencarian.
Dalam simbologi yahudi, segitiga berati kuil Solomon, mata bermakna penerang atau dinisbatkan pada bintang daud. Bermakna keinginan mereka untuk kembali ke tanah yang mereka percayai adalah tempat kuil solomon dulu berdiri.
Relikui dalam buku ini dinisbatkan kepada sosok kekuatan yang berkeinginan menaklukkan dunia, bahkan menaklukkan kematian (sebagai representasi kuasa Tuhan). Dan, ini adalah cita-cita kaum yahudi. Menaklukkan dunia dan agama.
Menjelang bagian akhir buku, Dumbledore (seorang penyihir bijak yang menjadi pahlawan dan teladan dunia penyihir) mengatakan bahwa relikui hanyalah kekuatan semu, yang tidak kekal dan abadi. Harry Potter akhirnya menyingkirkan dua relikui, dan menyimpan satu yang berwujud “jubah gaib”.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa obsesi dan ambisi kaum yahudi pada akhirnya tidak akan berhasil.

•Horcrux dan Senjata Pemusnahnya
Horcrux bisa dinisbatkan pada jiwa Voldemort yang hitam. Salah satu horcrux berbentuk seekor ular, yang sering digunakan dalam lambang-lambang yahudi (ular lucifer). Horcrux hanya bisa dimusnahkan oleh pedang sakti, taring tajam, dan api kutukan. Pedang menjadi perlambang pasukan salib, dan api kutukan sebagai perlambang neraka. Jadi, umat yahudi pada akhirnya akan bisa ditumpas di dunia dan akhirat.

•Tiga Golongan Darah
Yahudi menggolongkan manusia menjadi tiga golongan darah: yahudi murni, yahudi campuran, dan selain yahudi (goyim). Voldemort bersama kelompok pelahap maut-nya bercita-cita menjadikan dunia dikuasai dan ditempati oleh penyihir berdarah murni, dan lebih sempitnya lagi yang memihak kepada Voldemort. Mereka yang kelahiran muggle akan disiksa bahkan dibinasakan.
Hal ini selaras dengan cita-cita kaum yahudi, agar dunia dikuasai oleh darah-darah yahudi murni. Darah yahudi campuran akan dipergunakan sebagai pendukung cita-cita, dan goyim akan digunakan sebagai pekerja untuk mencapai cita-cita tersebut.

•Pelahap Maut dan Dementor Berkerudung
Sosok pelahap maut yang dan berkerudung hitam adalah salah satu lambing yang juga biasa digunakan oleh kaum yahudi. Salah satu mahluk pengikut Voldemort adalah kelompok Dementor. Mereka digambarkan berkerudung hitam, wajah tak terlihat, dengan tangan penuh keropeng dan berbau tidak sedap. Mereka membunuh mangsanya dengan menghisap perasaan bahagia dan harapan yang dimiliki oleh korbannya, digantikan dengan rasa putus asa dan kesedihan yang mendalam.
Dalam cerita, dementor hanya bisa dikalahkan telak oleh mantra sihir patronus yang dilakukan oleh Harry Potter. Mantra ini menghasilkan sosok rusa jantan sihir yang benderang dan mampu mengalahkan Dementor.
Masih ingat gambaran rusa-rusa natal yang mengiringi kereta sinterklas?

Itulah beberapa penanda yang terdapat dalam buku seri ke-7 ini. Secara umum, saya menyimpulkan bahwa terdapat kontra tanda antara lambang-lambang yang dinisbatkan pada kaum yahudi dengan lambang-lambang yang dinisbatkan pada umat nasrani. Tanda-tanda tersebut saling mengontra dari awal sampai akhir, yang pada akhir cerita dimenangkan oleh tanda yang dinisbatkan pada umat nasrani.

Dalam sejarahnya, ada dua agama yang selalu berkonfrontasi dengan kaum yahudi: Islam dan Nasrani. Jika kita menarik ke zaman kenabian, ada dua orang nabi yang diingkari keberadaannya oleh kaum yahudi: Isa dan Muhammad. Di masa selanjutnya, dua agama ini selalu menjadi target infiltrasi dan penyusupan dari kaum yahudi. Pernah membaca kisa nabi-nabi palsu di jaman Nabi saw maupun kisah mirza ghulam ahmad? Pernah membaca kisah kemunculan gerakan protestan? Atau kisah keruntuhan kekhalifahan Turki Usmani? Sejarah pembuatan lembaran dollar Amerika yang memuat simbol segitiga dengan mata ditengahnya di masa Presiden rosevelt?

Yah, tulisan ini memang memakai teori konspirasi berpadu dengan teori tanda. Separuh berdasarkan referensi pustaka yang bisa dipertanggungjawabkan, separuh lagi berdasarkan asumsi pribadi saya yang kebetulan gemar dengan tanda-tanda.

Referensi:
El Marzdedeq, A.D. 2005. Jaringan Gelap Freemansonry. Bandung: Syaamil
Budiman, Kris. 2005. Ikonisitas. Yogyakarta: Buku Baik


Ciganjur, 12/02/08
NB: buat Mnx, bisa masuk sabili gak niy?hehe…tulisan pesenan lo dah kelar tuh.

7 komentar:

bowo mengatakan...

tafsiran yg menarik tentang harry potter. lumayan logis. tapi kok tdk ada zion, tanah yg dijanjikan? alangkah lebih enak lagi kalau tdk usah pake teori konspirasi.

salam,

bowo s

Fakir mengatakan...

Asl...wah...analisa yg hebat.....

Arief Jenny mengatakan...

Waduh jangan gelap mata deh wong sbl jadi pengarang terkenal si pengarang harry ini orang susah kayak kita juga hehe. Klo baca sabili mirip baca pidatonya bung karno banyak provokasi. Dunia ini luas. God is great

CMIIW
Business and self development blog
http://ariefj.blogspot.com/

muthia esfand mengatakan...

saya sama sekali tidak menyertakan si pengarang dalam analisa saya. yg dianalisa murni karya yg dihasilkan. saya juga tidak berpihak pada simbol tertentu,hanya kebetulan saja simbol2 yg diangkat penuh dg identifikasi religi. dan ternyata, bukan cuma saya seorang yg mengungkap hal ini. coba deh kita browsing, di amerika malah udah ada yg bikin buku ttg ini. itu juga saya diaksih tau temen yg kebetulan buka2 situs amazon

mPitzky mengatakan...

gathukologinya keren...

HUAHAHAHAHAHAHAHA!!!

oops... maaf :D

Anonim mengatakan...

hehe...bisa dikatakan begitu mas. tanda yg bertebaran di alam ini kan pada dasarnya netral tendensi. ia berubah menjadi penuh subyektifitas dan kepentingan ketika diadopsi dan diklaim oleh kelompok tertentu shg mnghasilkan tafsiran yg baru dan subyektif.

tapi trekait beberapa poin, khususnya ttg perseteruan abadi antara islam-kristen VS yahudi itu berdasarkan fakta sejarah kok. bahkan baru2 ini perwakilan pendeta kristiani di palestina meminta pada dunia utk ikut memperhatikan mereka juga, karena uat kristen juga mendapat perlakukan yg tak kalah biadab di palestina.

so? make sense kan kalau aku buat analisis spt ini? hehe

(muthia esfand)

Anonim mengatakan...

wah...
aku baru tahu tentang tanda2 itu..
aku fans berat j.kr.& harry potter.. aku punya semua buku2nya.. tp aku baru tau tentang tanda2 itu..
thq buat infonya.. :)