Kamis, 29 November 2007

OLD BOOK WALKIN #1




`the esfand`

The man who writes about himself and his own time is the only man who writes about all people and about all time."—George Bernard Shaw

Rindu dengan biskuit jahe, limun, lidah asin, dan telur rebus bekal piknik ala Lima Sekawan? Pada caravan tua yang dipenuhi pernak-pernik spionase ala Trio Detektif? Atau barangkali pada panorama kota Jerman tempat kelompok STOP menangani kasus-kasus untuk mereka?

Kalau kamu menjalani masa kecil menjelang remaja pada kurun waktu sekitar 1984-1990an, kamu pasti pernah mendengar bahkan membaca satu di antara beragam judul buku serial detektif itu. Ada Lima Sekawan, Sapta Siaga, dan Pasukan Mau Tahu dari negeri Inggris, Trio Detektif dari Negeri Paman Sam, STOP dari Jerman, atau Sandi dan kisah petualangan ala Bung Smas dari negeri sendiri. Semua bercerita tentang sekelompok remaja yang menemukan berbagai macam kasus menarik seputar perampokan barang berharga, pencurian benda antk, komplotan pencoleng, dan hal-hal seputarnya. Setiap kelompok detektif remaja itu mempunyai kekhasan style dan alur cerita masing-masing.

LIMA SEKAWAN dikarang oleh Enid Blyton. Tokoh utamanya adalah sekelompok remaja yang masih mempunyai hubungan famili. Julian, Dick, Anne, George, plus anjing mereka yang bernama Timmy. Yang paling aku sukai dari seri Lima Sekawan ini adalah penggambaran tentang tradisi makan beserta beragam makanan khas negeri Inggris yang begitu menarik serta menjadi nilai tambah dari buku ini. Karya-karya Enid Blyton memang selalu menyajikan latar sosial budaya yang kental. Tapi seri Lima Sekawan yang bagus menurutku adalah edisi yang pertama, yang tanpa ilustrasi komikal. Seri Lima Sekawan ini sampai sekarang masih diterbitkan oleh Gramedia.

TRIO DETEKTIF dikarang oleh Alfred Hitchcock. Tokoh utamanya adalah tiga orang remaja Amerika bernama Jupiter, Bob, dan Pete. Mereka membuat sendiri beragam alat sponase yang mereka gunakan dari barang-barang bekas yang tersedia dia Jones Salvage Yard, tempat penjualan barang bekas milik paman Jupiter. Alur cerita serial ini lebih rumit dan bersuspense. Pembaca pun diajak untuk ikut memutar otak menebak siapakah pelaku kunci dari setiap kasus yang disajikan. Yang paling menarik adalah metode “hubungan hantu ke hantu” yang sering mereka pakai saat mencari jejak dan petunjuk. Semacam metode telepon multilevel dari satu teman ke teman yang lain untuk mencari suatu informasi. Serial cerita detektif ini sudah tidak diterbitkan lagi oleh Gramedia.

STOP adalah singkatan dari Sporty Thomas Oscar Petra, nama-nama anggota klub detektif ini plus anjing milik Petra yang bernama Bello. Dikarang oleh Stefen Wolf.Mereka adalah siswa kelas 9 di sebuah sekolah di kota Jerman. Hampir semua kasus mereka dapatkan tanpa sengaja. Yang paling khas dari serial STOP adalah keterkaitan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Roman picisan ala remaja tanggung antara Sporty dan Petra pun menjadi bumbu suasana. Sama dengan Trio Detektif, STOP juga sudah berakhir masa produksinya.

Kangen pingin baca lagi cerita-cerita detektif itu? Sekarang sudah banyak kok toko buku online yang menyediakan, bahkan ada juga yang mengkhususkan, buku-buku lawas favoritmu ini. Tidak hanya ketiga serial detektif itu, kamu juga bisa mendapatkan kisah-kisah lain seperti Smurf, Nina, Tintin,Pak Janggut, Mary Chan, dan beragam komik cantik serta buku cerita bekas lainnya. Pembayarannya biasanya via transfer, trus nanti bukunya dikirim ke alamat kamu. Semuanya buku bekas lho….harganya tergantung kondisi dari buku itu. Sebelum beli ada baiknya kamu lihat dulu tampilan bukunya di situs toko buku itu, atau tanta-tanya aja gimana kondisi bukunya. Mau coba beli? Ini ada beberapa link toko buku bekas online yang bisa kamu kunjungi. Met hunting ya!

http://bukubagus.com/
http://omuniuum.blogspot.com/
http://bursabuku.multiply.com/
http://inibuku.com/
http://gudangbuku.multiply.com/
http://bukudedo.com/

November 2007

2 komentar:

isnuansa mengatakan...

Jadi inget waktu kecil bacanya kalo nggak STOP, Lima sekawan ya Trio Detektif..

setyadi mengatakan...

Tia, kalo saya sukanya sama STOP coz ada... PETRA! hehe...
(Gimana jadinya kalo Petra itu dikasih jilbab ya?) :)